Senin, 10 Maret 2014

Bagaimana Susu Sapi dapat Bermanfaat Bagi Manusia???




Manfaat kolostrum sapi bagi kesehatan manusia sudah banyak dibahas, tetapi masih juga menyisakan argumentasi mengenai bagaimana bisa kolostrum dari sapi dikonsumsi oleh manusia dan memberikan manfaat. Ulasan berikut ini semoga dapat memberikan wawasan pengetahuan secara ilmiah mengenai hal-hal yang diperdebatkan.

Ada beberapa alasan ilmiah mengapa kolostrum sapi dapat diaplikasikan bagi manusia:

1. Struktur molekuler kolostrum sapi sangat mirip dengan struktur molekuler kolostrum manusia, artinya keduanya dapat bekerja secara efektif jika diaplikasikan.

2. Kolostrum sapi mengandung komposisi yang lebih banyak dibandingkan dengan kolostrum manusia. Misalnya, immunoglobulin penting (IgG) yang diperlukan untuk mengikat pathogen hanya ada sebanyak 2% pada kolostrum manusia, sedangkan IgG pada kolostrum sapi ada pada konsentrasi sekitar 20%.

3. Pengambilan kolostrum sapi dilakukan dengan sangat hati-hati di bawah control/pengawasan standar laboratorium yang ketat, sehingga meyakinkan tingkat integritas dan aktivitas yang sangat terjaga. Kolostrum sapi yang diambil tidak dibekukan melainkan diproses dan dikemas dalam suhu rendah sehingga komponen-komponen aktif yang sangat berharga di dalamnya tetap terjaga.

4. Kolostrum sapi mengandung senyawa khusus yang disebut inhibitor (penghambat) glycoprotein dan trypsin. Senyawa-senyawa itu mencegah cairan lambung untuk mencerna/menghancurkan faktor imunitas dan faktor pertumbuhan dalam kolostrum. Proses ini menyebabkan immunoglobulin pada kolostrum akan tetap aktif setelah senyawa tersebut melewati lambung.

5. Kolostrum sapi secara umum tidak menyebabkan efek samping bagi manusia. Bahkan para penderita lactose intolerant (mereka yang tidak dapat mencerna susu sapi) kolostrum aman dikonsumsi dan dapat memperbaiki kondisi lambung sehingga normal.

6. Kandungan immunoglobulin kolostrum sapi yang jauh lebih tinggi daripada kolostrum pada manusia menghasilkan jumlah antibodi yang lebih banyak sehingga menyediakan perlindungan khusus bagi manusia terhadap berbagai mikroba pathogen dengan kemampuan menetralisir bakteri, racun pada bakteri, virus, jamur dan beberapa parasit.

IgG adalah protein imunitas khusus yang merespon invasi bakteri, jamur dan virus pada sistem limfatik dan sistem peredaran darah.

IgM adalah immunoglobulin awal yang dihasilkan ketika substansi asing seperti bakteri menyerang tubuh.

IgE terkonsentrasi di paru-paru, kulit dan sel-sel membrane mukosa untuk melindungi organ-organ tersebut dari serangan pathogen penghasil antigen. IgE juga merupakan antivirus yang kuat.

7. Substansi lainnya dalam kolostrum sapi yang berperan penting bagi kesehatan manusia adalah faktor pertumbuhan. Faktor pertumbuhan dalam kolostrum terdiri atas:

a. Hormon pertumbuhan/growth hormone (GH)
b. Insulin-like growth factor 1 dan II (IgF-1 & IgF-II)
c. Transforming growth factor A & B (TgF A & B)
d. Epithelial growth factor (EGF)
e. Fibroblast growth factor (PDGF)
f. Gonadotropin releasing hormone and associated peptide (GnRH & GAP)

Bagaimana Cara Kerjanya?

Kolostrum adalah senyawa unik yang sangat bermanfaat utamanya dalam menyediakan berbagai faktor imunitas bagi tubuh manusia. Sebagian besar penyakit infeksi memasuki tubuh melalui membrane mukosa dari saluran pencernaan. Kondisi kritis yang dihadapi manusia adalah saat seseorang harus mampu melawan berbagai penyebab penyakit seperti bakteri, virus, polutan, kontaminan dan allergen yang telanjur masuk ke dalam tubuh. Penelitian klinis oleh Dr. David Tyrell di Inggris pada tahun 1980 menunjukkan bahwa persentase tinggi dari antibody dan immunoglobulin dalam kolostrum diyakini tidak diserap tetapi tetap berada dalam saluran pencernaan ketika zat-zat tersebut menyerang penyebab penyakit sebelum mereka menembus tubuh dan menyebabkan penyakit. Sisa dari zat-zat tersebut diserap dan didistribusikan untuk membantu proses-proses pertahanan internal. Kombinasi antara IgG dan faktor-faktor immunomodulator seperti lactoferin dan PRP meningkatkan perlindungan antimikroba khususnya di saluran pencernaan.

Fungsi Colustrum



Fungsi Kolostrum
Immunoglobulin (Ig) adalah sejenis protein yang dihasilkan oleh sel plasma (sel B Lymphocyte) yang bertindak untuk sistem imun. Immunoglobulin (Ig) terdiri daripada IgG, IgM, IgD, IgE, IgA. Rangkaian Immunoglobulin (Ig) ini lazimnya disebut Immunoglobulin Gamma atau Immune Gamma Globulin.
Sistem imun adalah satu organisasi kompleks yang merangkumi sel darah putih, tulang sumsum, antibodi dan kelenjar timus. Semua sel darah putih dalam saluran darah adalah sel imun yang dikenal sebagai Leukocytes.
Kolostrum pada sapi memiliki IgG sebagai antibodi terbanyak di dalamnya yaitu 86% dimana IgG yang didapat pada kolostrum manusia hanya 2% saja. Ini menunjukkan faktor IgG di dalam kolostrum sapi lebih tinggi berbanding IgG daripada kolostrum manusia, yaitu 40 kali lipat.
IgG
Merupakan komposis tertinggi dalam antibodi, mengaktifkan sel darah putih untuk menentang serangan kuman bakteria, terutama E Coli, kuman bakteria yang kerap dijumpai pada usus pesakit.
IgA
Juga dikenali sebagai mukos antibodi, mencegah serangan kuman bakteria daripada melekat pada dinding organ. Juga membantu menghasilkan protein yang mencukupi untuk badan manusia. mengekalkan kesejahteraan dan kejelitaan
IgD
Membekalkan haba (memanaskan). membantu penyerapan kalsium dan pengagihan/distribusikan kalsium pada tulang badan
IgE
Fungsi sebagai bahan peroksida, melindungi sel-sel membran. menghalang sebarang tumbesaran sel penvakit, menguatkan tulang, sistem saraf dan bahagian otak manusia
IgM
Antibodi ini dihasilkan oleh sel-B dan dijumpai pada tulang, usus makan, paru-paru dan kelenjar limpah. Antibody ini juga dapat mengaktifkan penghasilan sel darah merah, membekalkan oksigen & mempercepatkan proses meneutralisasi sebarang racun kuman bakteria yang dijumpai dalam badan manusia.
IgF
Membantu pengaktifan dan pertumbehan sel-sel organ dan hormon. Membantu mempercepatkan dan mengukuhkan tumbesaran sel, membaiki pulih tisu sel-sel yang rusak, menggantikan protein pada bahagian bawah kulit dan menguatkan tulang. Juga membantu untuk menenangkan badan
Kolostrum - Faktor Kekebalan Tubuh
Faktor kekebalan tubuh (faktor imun) adalah kombinasi dari berbagai faktor yang berfungsi mencegah dan melawan berbagai jenis penyakit dan infeksi. Setiap faktor berperan khusus dalam pertahanan tubuh terhadap serangan organisme penyebab penyakit (patogen). Berbagai faktor ini juga menyeimbangkan pengaturan fungsi imun dan membantu mencegah penyakit
Ada beragam jenis faktor imun dalam kolostrum antara lain sebagai berikut:

Imunoglobulin (Ig) Imunoglobulin (Ig) merupakan komponen yang terpenting dalam kolostrum. Imunoglobulin adalah sejenis protein khusus yang dihasilkan oleh tubuh (oleh sel limfosit B) sebagai respons spesifik terhadap serangan substansi asing (antigen) seperti mikroba. Imunoglobulin tertentu diarahkan secara khusus terhadap antigen yang memicu pembentukan Imunoglobulin tersebut. Kolostrum sapi mengandung semua kelompok Imunoglobulin yang ditemukan dalam kolostrum manusia yaitu IgG,IgA, IgM, IgE dan IgD. Imunoglobulin yang paling berlimpah adalah IgG. Kolostrum manusia mengandung IgG sekitar 2%, sedangkan kolostrum sapi mengandung IgG hingga 40x dari jumlah tersebut.
  • Laktoferin : protein yang berperan sebagai anti virus, anti bakteri, anti radang (inflamasi), anti alergi, anti jamur, anti parasit dan anti toksin.
  • Laktoferin : protein yang berperan sebagai anti virus, anti bakteri, anti radang (inflamasi), anti alergi, anti jamur, anti parasit dan anti toksin.
  • Polipeptida : Kaya akan Prolin yang mengatur aktivitas sistem imun tubuh dan mencegah penyakit Autoimune Disorder akibat sistem imun yang berlebih.
  • Oligosakarida : merupakan kelompok gula (sakarida) yang mengikat bakteri penyerang dan mencegah bakteri melekat atau menembus dinding usus seperti pada sindrom kebocoran usus (leaky gut syndrome).
  • Cytokine : terdapat Interleukine 1 & 6, Interferon Y dan berbagai Limfokin, semuanya berguna menstimulasi produksi immunoglobulin dan mengatur intensitas fungsi imun.
  • Laktalbumin : membantu meningkatkan kadar Serotonin Otak dan memperbaiki susana hati (mood) pada kondisi stress.
  • Lisozim : telah terbukti dapat membunuh virus dan bakteri.
Kolostrum – Faktor Pertumbuhan
Berbagai studi kedokteran menunjukkan bahwa komposisi faktor pertumbuhan yang vital pada kolostrum sapi sangat identik dengan komposisi kolostrum manusia. Faktor pertumbuhan merangsang pertumbuhan dan regenerasi selain mempercepat perbaikan otot, tulang, kulit, jaringan ikat, jaringan saraf, dan tulang rawan. Faktor pertumbuhan juga membangun otot yang tak berlemak, membantu membakar lemak tubuh sebagai energi, membantu penyembuhan luka dan memulihkan kerusakan tubuh akibat penyakit. Juga dapat membantu mengembalikan elastisitas kulit dan memperlambat tanda-tanda penuaan.